PERJALANAN DAN PROGNOSIS
Prognosis kearah kematian pada hipertensi berkaitan dengan usia, ras, jenis kelamin pasien; tinggi tekanan darah; abnormalitas awal pada fundus, ECG dan X-ray dada; ada tidaknya komplikasi arterosklerosis.
Hipertensi Ringan
Rata-rata pasien dengan hipertensi ringan sampai berat menunjukkan gejala simptomatis, abnormalitas hanya pada kenaikan tekanan arteri. Pasien dapat mengeluhkan sakit kepala yang non spesifik atau pusing, tapi hal tersebut terjadi bersamaan dengan emosi. Gejala penglihatan tidak ada dan tidak berhubungan dengan tekanan darah.
Hipertensi Sedang
Ketika hipertensi terjadi menetap tanpa pengobatan, pasien dapat menunjukkan gejala asimptomatis, tapi pemeriksaan mungkin menunjukkan bukti hipertrofi ventrikel kiri yang termanifestasi atau echokardiografi atau elektrokardiografi. Pertimbangan abnormalitas vascular atau perubahan arteriol retina memberi tanda perkembangan klinis dan tanda prognosis yang berat.
Hipertensi Maligna
Hipertensi maligna adalah sindrom dari kenaikan secara tepat tekanan darah (tekanan diastolic besarnya melebihi 130mmHg) oleh beberapa sebab. Gejala awal biasanya papil edema, hemorragik dan eksudat dalam fundus; sakit kepala suboksipital berat dan kelemahan: dan gross hematuri.
Pemeriksaan retina untuk membuktikan akselerasi hipertensi adalah penting untuk dilakukan pada semua pasien hipertensi, karena tahap awal fase maligna mungkin asimptomatis walaupun sakit kepala berat, gangguan visual akut, gross hematuri biasanya ada. Kenaikan tekanan darah yang cepat mungkin menyebabkan gagal jantung dalam 1-2 minggu dan gagal ginjal dalam 1 bulan. Dan oleh karena itu perawatan terhadap penurunan tekanan darah perlu dilakukan.
Jika diberikan perawatan angka kematian dalam 1 tahun 80% dan dalam 2 tahun mencapai 100%. Berikut ini kunci pencegahan dan perawatan hipertensi maligna :
1. hipertensi maligna jarang terjadi pada pasien dengan hipertensi benigna dengan pengobatan yang baik.
2. Follow up yang adekuat dan pentingnya edukasi terhadap bahaya menghentikan terapi pada hipertensi maligna.
Perkembangan manifestasi klinis arterosklerosis
Pada pasien mungkin akan berkembang menjadi sebuah gejala yang menandakan keterlibatan aterosklerosis pada salah satu pembuluh darah. Pada umumnya kebanyakan adalah perkembangan angina perktoris dan infark myocardial akut, walaupun manifestasi pertama mungkin menjadi klaudikasio intermittent, serangan cerebral iskemi transient, atau bhkan infark cerebral atau serebral hemorrhage.
Perkembangan penyakit jantung
A. Kegagalan jantung hipertensi
karena hipertensi adalah penyebab terbanyak gagal jantung dan factor resiko terpenting dalam mempercepat terjadinya arterosklerosis coronaria dan karena bertanggung jawab pada setengah kematian dari gagal jantung dan hamper seluruh kasus hemorrhage cerebral, maka cara terpenting mencegah penyakit cardiovaskuler adalah dengan mengenali dan mengobati hipertensi sebelum komplikasi terjadi.
Sebelum dikembangkan obat anti hipertensi, gagal jantung menyebabkan kematian pada 25% pasien dengan hipertensi. Pada penelitian terhadap gagal jantung kiri, Bedford (1939) menemukan bahwa 70-85% pasien dengan dyspneu parovysmal dyspneu atau edema paru. Rata-rata lamanya hidup 1 tahun dan sepertiga pasien meninggal dunia dalam 6 bulan.
B. Efek Hipertensi pada penyakit koroner
Penyakit arteri koroner yang berhubungan dengan Hipertensi pada umumnya ada tanpa perkembangan gagal jantung hipertensi. Bell dan Clewson mengendalikan bahwa penyakit jantung koroner 10 kali lebih umum terjadi pada pasien yang mempunyaI hipertensi selama hidup dibandingkans tekanan darah yang normal. Bukti penyakit arterosklerosis 7 kali lebih umum terjadi pada kelompok hipertensi.
Efek terapi antihipertensi terhadap prognosis
Terapi anti hipertensi mengubah prognosis seecara dramatis. Gagal jantung dapat reversible oleh terapi anihiperensi dan jarang terjadi pada terapi yang adekuat. Saat ini tidak lebih dari 5% semua kematian pada pasien hiperensi yang menerima pengobatan efektif karena gagal jantung, walaupun kombinasi infark miokard dan hipertensi infark miokard dan hipertensi dapat menyebabkan cardiomiopati iskemi dan gagal jantung.
KOMPLIKASI
Komplikasi terbanyak penyakit hipertensi antara lain gagal jantung, Hipertensi maligna, stroke hemorrhage, infark miokard, attack iskemi transient, infark serebral, echepalopathi dan diseksi aorta akan dibahas dibawah ini
Encephalopati Hipertensi
Sindroma ini berlangsung cepat, ditandai dengan peningkatan tekanan darah, menyebabkan peningkatan permeabilitas vascular dan edema cerebral dan menyebabkan klinis neurologist akut yang dapat cecara reversible jika diterapi lebih awal, tapi dapat berkembang menjadi hipertensi maligna jika tidak ditangani dengan benar.
Diseksi aorta
Salah satu komplikasi hipertensi yang sering tidak dikenalk, terutama pada wanita hamil adalah diseksi aorta. Serangan akut dalam 90% kasus, dengan nyeri dada berat seketika itu juga menyebar ke leher, dagu, punggung, atau perlu dikombinasikan dengan obstruksi cabang-cabang aorta dan menurunkan atau tidak adanya denyut dari karotis ke arteri femoral. Gejala-gejala dan tanda-tanda neurologist terjadi sekitar 15% pasien.
|